Struktur Dan Fungsi Jaringan Hewan

33 views

Struktur Dan Fungsi Jaringan Hewan | Jaringan pada binatang terbentuk dari beberapa sel hasil proses diferensiasi yang kemudian mengalami proses spesialisasi. Proses diferensiasi yaitu proses perbanyakan sel melalui fungsi reproduksi sel, sedangkan yang dimaksud dengan spesialisasi yaitu proses lanjut dari diferensiasi sebagai pross perubahan bentuk dan fungsi.

Sel – sel yang bentuk dan fungsinya sama kemudian berkelompok menjadi satu kesatuan membentuk suatu jaringan. Secara umum tubuh binatang terdiri dari 4 jaringan, yaitu : jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Berikut klarifikasi rincinya

1.    Jaringan Epithelium
Yaitu jaringan yang menutupi atau membatasi permukaan bab tubuh yang berupa organ, rongga, dan susukan baik yang terletak di dalam maupun di luar tubuh. Jaringan epithelium mempunyai fungsi yang berbeda – beda sesuai letanya di dalam tubuh. Epithelium pipih berfungsi untuk melindungi dan membalut jaringan yang terletak di bawahnya. Sedangkan epitel silindris dan kubus berfungsi sebagai membran permeable yang menjadi kemudian lintas zat. Selain itu ada juga epithelium yang berfungsi untuk mendapatkan rangsang yang terdapat disekitar alat indera.

2.    Jaringan Ikat
Jaringan ikat memliki variasi yang sangat luas menurut bentuk, letak, dan strukturnya. Fungsi utamanya yaitu sebagai penghubung antar jaringan, penungjang tubuh, berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh, prosedur perthanan, dan regenerasi.

Ciri khas dari jaringan ikat yaitu terdiri dari materi interseluler yaitu materi diantara sel yang disebut matriks. Matriks ini terdiri atas serat – serat dan materi dasar yang bentuknya tidak teratur. matriks terbagi menjadi dua, yaitu fibrosa yang berbentuk serat dan amorf yang tidak berbentuk.
Berdasarkan matriks  – matriks yang menyusunnya, jaringan ikat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat.

Disebut jaringan ikat longgar alasannya yaitu jaringan ikat ini mempunyai ciri susunan serat – seratnya longgar. Jaringan ikat ini yang paling banyak mempunyai substansi dasar dan sel – sel jaringan ikat dari banyak sekali tipe. Sedangkan pada jaringan ikat padat, keadaan serat – serat penyusunnya berimpitan.

3.    Jaringan Otot
Jaringan otot mempunyai strukturkhusus yang fungsi utamanya yaitu sebagai alat gerak aktif, baik bagi tubuh secara keseluruhan maupun bagi setiap bab tubuh yang satu terhadap yang lainnya. Sel otot sering disebut juga sebagai serat – serat otot. Serat otot mengandung flamen (benang) aktin dan myosin. Aktin dan myosin ini merupakan kontraktil yang member kemampuan untuk memanjang dan memendekkan otot.

Penggolongan otot menurut struktur dan fungsinya terbagi menjadi 3 macam, yaitu otot lurik (otot rangka), otot polos, dan otot jantung.

  1. Otot lurik (otot rangka) yaitu otot yang membentuk daging pada hewan. Otot lurik tersusun atas sel – sel yang berbentuk silindris yang sangat panjang tapi tidak mempunyai percabangan. Cara bergerak (kontraksi) otot lurik ini di bawah kesadaran, sehingga disebut otot volunter. Sel-selnya mengandung saraf-saraf yang berasal dari sistem saraf pusat. Otot lurik sanggup berkontraksi secara cepat dan kuat. Otot otot lurik sanggup anda temukan pada sebagian besar otot rangka.
  2. Otot polos. Jenis otot ini disebut juga otot tidak lurik. Sel – sel otot polos berbentuk ibarat gelendong dengan panjang antara 20-500 milimikron. Intiselny hanya satu dan terletak pada bab tengah sel. Kontraksi otot polos dipengaruhi oleh saraf – saraf yang berasal dari sistem saraf otonom.
  3. Otot jantung merupakan jenis otot dari penggabungan otot lurik dan otot polos. Disebut demikian alasannya yaitu otot jantung, keadaan susunannya mengatakan susunan otot lurik, tetapi cara kerjanya ibarat otot polos, yaitu berkontraksi secara ritmis dan otomatis.

4.    Jaringan Saraf
Jaringan saraf membentuk sistem saraf. Sistem saraf berfungsi menjamin kepekaan binatang terhadap dampak lingkungannya. Dengan demikian, sistem saraf bisa menanggapi dampak yang terjadi dari lingkungannya. Di samping itu, sistem saraf bisa mengendalikan gerakan otot, sekresi kelenjar, dan berperan besar pada tingkah laris naluri. Jaringan saraf ini terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf atau neuron merupakan unit fungsional pada sistem saraf. Neuron yang terdapat dalam tubuh bentuknya majemuk bergantung pada kawasan beradanya dan fungsinya. Sitoplasma sel neuron mengandung organel-organel antara lain tubuh golgi, mitokondria, dan retikulum endoplasma. Untuk kelangsungan hidupnya, neuron mendapatkan suplai makanan melalui neuroglia yang terdapat di sekitarnya. Neuron mempunyai tubuh sel, dendrit, dan neurit (akson).

 

Biologi Sel

Penulis: 
author
Mediapembahsan.com adalah media sharing informasi pendidikan yang mengulas tentang, pendidikan secara umum, materi sekolah, soal pelajaran, perangkat, dan info menarik lainnya.

Posting Terkait