Proses Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Hewan

22 views
Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan || Sama halnya dengan tumbuhan, sebagai makhluk hidup binatang juga mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Walaupun sudah niscaya proses tumbuh dan kembang binatang niscaya berbeda dengan proses tumbuh dan berkembangnya tumbuhan. Lalu apa saja prosenya? Berikut penjelasannya 

Proses Pertumbuhan pada Hewan 

Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan  Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Pertumbuhan pada binatang berarti ukuran sel penyusun organ tersebut bertambah besar.  Misalnya pada organ hati. Ukuran dan berat hati ketika suatu organisme pertama kali dilahirkan kurang lebih hanya sekitar 10 % kalau dibandingkan dengan ukuran dan berat hati organisme ketika dewasa, akan tetapi jumlah sel pada hati tidak berubah. Hal itu menujukan bahwa hati tumbuh bukan lantaran jumlah sel yang bertambah akan tetapi ukran hati yang semakin membesar.

Pertumbuhan yaitu suatu proses bertambahnya ukuran, baik volume maupun jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak sanggup kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan ialah perubahan sel menuju tingkat kedewasaan.

Bagaimana satu sel sanggup menjadi sedemikian luar biasa banyaknya dengan susunan dan fungsi yang sedemikian beraneka ragam? Jawabannya tentulah bukan lantaran suatu kebetulan. Sekali lagi kita harus mengagumi Tuhan Yang Maha Pencipta, yang telah menyebabkan semua makhluk sesuai dengan ketentuan dan memilih bentuk dan susunan setiap makhluk sesuai kehendakNya.
Pertambahan sel selama masa pertumbuhan tidaklah terjadi secara acak, akan tetapi memerlukan pengaturan yang ketat semoga sanggup tumbuh sesuai dengan ketentuan. Pengaturan itu terjadi pada dua tingkat, pertama pengaturan pertumbuhan pada tingkat badan secara keseluruhan, dan yang kedua pengaturan pada tingkat pecahan – pecahan tubuh. 
Pola pertumbuhan banyak sekali makhluk hidup berbeda antara satu jenis dengan jenis lainnya. Perbedaan itu sanggup diukur dari waktu interval antara banyak sekali tahapan perkembangan. Pada binatang yang melalui masa larva, perkembangan cepat terjadi pada masa embrio, sebaliknya pada organisme yang tidak mempunyai masa larva, perkembangan cepat terjadi sehabis lahir hingga menjelang usia dewasa, kemudian menurun dan berhenti ketika telah dewasa. 

Proses Perkembangan pada Hewan 

Pada binatang yang berkembangbiak secara seksual, umumnya melalui tahapan atau fase perkembangan sebagai berikut :
Zigot  → Embrio → Larva → Masa Muda → Fertilisasi → Zigot 

1. Zigot

Zigot ialah hasil peleburan antara gamet jantan dan gamet betina. Dalam pembentukan zigot, dua inti sel gamet haploid melebur manjadi satu inti sel diploid. Peristiwa peleburan inti sel gamet itu disebut singami. Tahap ini merupakan awal dari perkembangan zigot menjadi embrio.

2. Embrio

Tahap perkembangan embrio diawali ketika zigot mulai membelah diri. Pada tahap awal, zigot akan membelah dengan cepat secaara geometrik menjadi 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya. Pembelahan awal ini meningkatkan jumlah sel secara tepat. Tahapan perkembangan embrio selanjutnya melalui fase – fase pertumbuhan hingga mencapai bentuknya yang siap menjalani kehidupan. 

3. Larva

Tidak semua organisme mengalami masa larva dalam kehidupannya. Larva ialah organisme kecil yang hidup sanggup bangun diatas kaki sendiri yang sangat aktif dan bentuknya berbeda dengan bentuknya ketika dewasa. Kecebong merupakan bentuk larva dari katak, dan ulat merupakan larva dari kupu – kupu. Hampir semua binatang invertebrata yang hidup di maritim mengalami fase larva, demikian pula dengan  serangga dan binatang berbuku – buku lainnya. 

4. Masa Muda

Masa muda merupakan masa persiapan menjadi individu dewasa. Jika kau pernah memelihara anak kucing atau kelinci misalnya, maka pertumbuahan sehabis masa embrio (lahir) berlangsung sangat cepat. Ukuran dan berat badan menjadi berlipat – lipat sebelum kesudahannya mencapai usia dewasa. Demikian pula dengan berat tubuhmu ketika ini bukan? Menjadi berlipat – lipat dari berat tubuhmu semenjak kau dilahirkan. Pertambahan berat badan terutama disebabkan oleh dua hal, yaitu jumlah sel yang bertambah lantaran membelah secara terus menerus dan juga ukuran sel yang bertambah besar. 
Masa muda juga merupakan masa pematangan baik secara fisik, intelektual, dan juga emosional. Pada masa muda kelenjar yang menghasilkan hormon pertumbuhan sangat aktif, sehingga pertumbuhan berlangsung dengan cepat. 
Sementara itu, kelenjar hormon kelamin belum aktif, sehingga acara yang berkaitan dengan ungsi perkembangbiakan belum dilakukan. Ketika hormon kelamin telah aktif bekerja, hormon pertumbuhan akan menurun kemudian terhenti. Mulailah memasuki fase dewasa. 
5. Masa Dewasa
Sebagian organ badan berhenti berkembang sehabis mencapai ukuran dewasa, dan perkembangan berlanjut dalam pengertian mengganti jaringan yang rusak natau mati. Pergantian sel itu biasanya melibatkan sel – sel  induk, yaitu sel – sel generatif yang masih mempunyai kemampuan membelah diseluruh tubuh, contohnya di kulit, sumsum tulang, usus, dan alat kelamin. Jika sel induk membelah, maka satu sel anakan akan berdiferensiasi menjadi sel khusus, contohnya sel – sel darah merah di sumsum tulang atau gamet dalam alat kelamin, sedangkan sel satunya menjadi sel induk.
Oleh lantaran itu, sehabis cukup umur ukuran badan tidak lagi sanggup bertambah, sekalipun berat badan mungkin akan tetap bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Masa cukup umur juga ditandai dengan telah aktifnya alat – alat kelamin dan kesiapan untuk kawin dan berkembang biak. 
Sumber :
Ilmu (Terpadu) Untuk Sekolah Menengah Pertama dan MTs kelas VIII/Setya Nurachmandani, Samson Samsulhadi; editor, Budi Wahyono, Fitri Wahyudi; ilustrator, Haryana Humardani.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010

Biologi Hewan Tumbuh

Penulis: 
author
Mediapembahsan.com adalah media sharing informasi pendidikan yang mengulas tentang, pendidikan secara umum, materi sekolah, soal pelajaran, perangkat, dan info menarik lainnya.

Posting Terkait