Pengertian Regulasi Dan Macam-Macam Sistem Regulasi Pada Manusia

27 views
Pengertian regulasi ialah sistem pengatur dalam badan manusia. Tubuh insan terdiri atas aneka macam macam alat badan atau  organ yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu dalam menunjang kegiatan tubuh. Semua kegiatan badan kita ibarat berjalan, menggerakkan tangan, mengunyah makanan, dan lainnya, diatur dan dikendalikan oleh satu sistem  yang disebut  sistem pengatur ( regulasi).  Sistem pengatur yang ada pada badan insan ialah sistem saraf, sistem hormon dan sistem indra.
 ialah sistem pengatur dalam badan insan Pengertian Regulasi dan Macam-macam Sistem Regulasi Pada Manusia
mengunyah masakan diatur oleh sistem regulasi

A. Sistem Saraf

Sistem saraf mempunyai sentra pengaturan yang disebut sistem saraf pusat. Untuk memberikan suatu pengaturan, sistem saraf sentra dibantu oleh sistem saraf tepi. Fungsi sistem saraf pada insan ialah sebagai berikut:
  1.  Mengatur organ-organ atau alat-alat badan supaya terjadi keserasian kerja.
  2. Menerima rangsangan sehingga sanggup mengetahui dengan cepat keadaan dan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
  3. Mengendalikan dan menunjukkan reaksi terhadap rangsangan yang terjadi pada tubuh.
Sistem saraf tersusun atas berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem saraf mendapatkan berjuta-juta isu yang berasal dariberbagai organ. Semua rangsangan tersebut akan bersatu untuk menunjukkan respon. Rangsangan sanggup berasal dari dalam maupun luar tubuh.Untuk bereaksi terhadap rangsangan, badan kita memerlukan reseptor, sistem saraf, dan efektor. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai kekerabatan kerja ibarat mata rantai (berurutan) antara reseptor, sistem saraf, dan efektor.

Reseptor ialah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh.  Sistem saraf berperan menerima, mengolah, dan meneruskan hasil olahan rangsangan ke efektor. Efektor ialah sel atau organ yang menghasilkan jawaban terhadap rangsangan. Efektor yang berperan penting dalam sistem regulasi ialah otot dan kelenjar.

Sistem saraf terdiri atas 3 macam sel, yaitu:

  • Neuron, bertugas mengantarkan impuls.
  • Sel Schwann, merupakan pembungkus sebagian besar akson pada sistem saraf perifer (sistem saraf tepi).
  • Sel penyokong (neuroglia), merupakan sel yang terdapat di antara neuron dan sistem saraf pusat.
 ialah sistem pengatur dalam badan insan Pengertian Regulasi dan Macam-macam Sistem Regulasi Pada Manusia
bagian – bab saraf

saraf insan dibedakan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf sentra mencakup otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi dibagi menjadi sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (autonom). Sedangkan sistem saraf tak sadar ( autonom) terdiri dari sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

B. Hormon

Hormon ialah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai susukan sehingga sekresinya akan masuk anutan darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. Apabila hingga pada suatu organ target, maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Pada umumnya efek hormon berbeda dengan saraf. Hormon mengatur kegiatan seperti  metabolisme, reproduksi, dan pertumbuhan. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang, yaitu pada hitungan bulan bahkan tahun. Misalnya pada pertumbuhan dan pemasakan seksual. Hal ini sanggup dilihat pada proses munculnya gejala kelamin sekunder pada laki-laki. Tanda-tanda kelamin sekunder pada pria muncul sesudah menginjak masa pubertas dan berjalan perlahan.
Selain itu, hormon sanggup juga besar lengan berkuasa dalam waktu pendek, contohnya dalam hitungan detik, jam, hari, ataupun minggu. Hal ini sanggup dilihat dikala kita mengalami tragedi yang menakutkan. Saat tragedi menyeramkan terjadi maka kita akan berusaha menghindarinya, salah satunya dengan berlari. Saat berlari tanpa terasa kita telah dibantu kerja hormon adrenalin yang mempertinggi frekuensi dan memperkuat denyut jantung.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh, tetapi hanya sel yang mengandung reseptor yang khusus terhadap hormon tersebut yang akan terpengaruh. Kadar hormon dalam darah sangat rendah, alasannya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin sangat sedikit. 

Adapun ciri-ciri hormon adalah sebagai berikut:
  • Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah yang sangat sedikit.
  • Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target.
  • Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel target.
  • Mempunyai efek mengaktifkan enzim khusus.
  • Mempunyai efek tidak hanya terhadap satu sel sasaran tetapi sanggup juga memengaruhi beberapa sel sasaran yang berlainan.

C. Alat Indera

Alat indra merupakan suatu alat badan yang bisa mendapatkan rangsang tertentu. Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan sehingga fungsi utama indra ialah mengenal lingkungan luar atau aneka macam rangsang dari lingkungan di luar badan kita. Dengan mempunyai indra kita bisa mengenal lingkungan dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Oleh alasannya itu, kita sanggup melindungi badan kita terhadap gangguan-gangguan dari luar tubuh.

Setiap indra yang kita miliki terdiri dari alat akseptor rangsang dan urat saraf. Alat indra terdiri dari bagian-bagian yang berfungsi menerima, mengolah, dan menjawab rangsang. Manusia mempunyai lima macam indra, yaitu:

  1.  indra penglihatan (mata),
  2. indra pendengaran (telinga),
  3. indra peraba (kulit),
  4. indra pengecap (lidah),
  5. indra pembau (hidung).
Kelima  indra tersebut berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan luar, oleh karenanya disebut eksoreseptor.  Reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam, contohnya nyeri, kadar oksigen atau karbon dioksida, kadar glukosa dan sebagainya, disebut  interoreseptor. Sel-sel interoreseptor, contohnya terdapat pada sel otot, tendon, ligamentum, sendi, dinding susukan pencernaan, dinding pembuluh darah, dan lain sebagainya. Walaupun demikian, bergotong-royong interoreseptor terdapat di seluruh badan manusia.

Baca: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Demikian klarifikasi mengenai pengertian regulasi dan macam – macam regulasi pada manusia.

Biologi sistem regulasi

Penulis: 
author
Mediapembahsan.com adalah media sharing informasi pendidikan yang mengulas tentang, pendidikan secara umum, materi sekolah, soal pelajaran, perangkat, dan info menarik lainnya.

Posting Terkait