Pengertian Fotosintesis, Proses Serta Faktor – Faktor Yang Berperan Dalam Fotosintesis

26 views
Apa pengartian fotosintesis ? Fotosintesis berasal dari kata fotos yang berarti cahaya, dan sintesis yang artnya pembentukan. Fotosintesis merupakan proses pembentukan zat masakan dengan memakai cahaya. Proses penyusunan masakan melalui fotosintesis hanya sanggup dilakukan oleh organisme yang mempunyai klorofil. Klorofil berfungsi sebagai penangkap cahaya (antenna). Tumbuhan disebut juga sebagai organisme autotropik, yaitu organisme yang sanggup menghasilkan masakan sendiri melalui proses fotosintesis tersebut.
Fotosintesis akan berlangsung di kloroplas apabila terdapat cahaya. Selain cahaya, proses fotosintesis yang dilakukan tumbuhan juga memerlukan air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Dengan derma sinar matahari, karbon dioksida dan air akan dirubah oleh klorofil menjadi karbohidrat dan oksigen. 
Peristiwa fotosintesis hanya sanggup berlangsung jikalau terdapat klorofil dan cahaya matahari yang cukup. Klorofil yakni pigmen hijau atau zat warna hijau daun yang berbentuk butiran – butiran yang terletak di dalam kloroplas. Kloroplas banyak terdapat di dalam daun. Oleh alasannya yakni itu, sebagian besar daun berwarna hijau. Daun memang tidak selalu hijau, ada yang berwarna merah, kuning atau yang lain. Hal itu terjadi alasannya yakni di dalam kloroplas terdapat terdapat pigemen selain klorofil.
Selain pada daun, klorofil kadang – kadang dijumpai pada batang tumbuhan, khususnya tumbuhan yang daunnya telah mengalami modifikasi bentuk dan fungsi. Misalnya pada tumbuhan kaktus dan pinus.

Bagian – Bagian Daun yang Berperan dalam dalam Fotosintesis

Daun mempunyai struktur yang sangat sesuai untuk melaksanakan fotosintesis. Bagian atas dan bawah daun dilindungi oleh selapis sel epidermis yang rapat satu sama lain. Sel – sel epidermis menghasilkan kutikula yang berlapis lilin sehingga daun transparan dan mengkilap, namun kedap air. Kutikula juga berperan menghalangi terjadinya pertukaran gas di belahan daun yang lain sehingga hanya terjadi di stomata.
Stomata atau lisan daun yakni belahan yang terbuka dari daun. Stomata umumnya terdapat di belahan bawah daun. Stomata akan terbuka sewaktu daun memperoleh cukup sinar matahari dan tertutup sewaktu gelap. 
Di antara epidermis atas dan epidermis bawah pada daun terdapat jaringan mesofil (bagian tengah daun). Jaringan mesofil adlah jaringan dasar yang tersusun atas sel – sel parenkim yang kaya klorofil. Fotosintesis berlangsung di jaringan ini. Pada sebagian besar tumbuhan, mesofil daun terdiri dari dua jaringan, yaitu jaringan palisade dan jaringan spons. 
Sel – sel pada jaringan palisade berbentuk menyerupai tabung yang berjajar rapat satu sama lain serta membentuk lapisan tebal sempurna di bawah epidermis. Dengan susunan menyerupai itu, maka antara satu sel palisade dengan sel palisade lainnya tidak saling menutupi sehingga masing – masing kloroplasnya sanggup menyerap sinar matahari secara lebih efektif.  
Di antara jaringan palisade dan epidermis bawahterdapat jaringan spons. Jaringan spons terdiri dari sel – sel yang bentuknya tidak beraturan dan dikelilingi oleh sejumlah rongga udara. Hal tersebut bertujuan biar karbon dioksida sanggup masuk ke dalam daun melalui stomata yang terletak di bawahnya. Kloroplas juga terdapat di jaringan sponssehingga fotosintesis juga sanggup berlangsung di dalam jaringan ini, meskipun berskala kecil.
Di dalam jaringan spons, tepatnya di bawah jaringan palisade juga terdapat berkas pengangkut yang mengangkut air dan mineral yang berasal dari akar. Dengan demikian, air sanggup berdifusi secara gampang ke dalam jaringan palisade.

Proses Fotosintesis  

Fotosintesis merupakan salah satu proses yang paling penting dan paling mengagumkan dalam biologi. Mengapa demikian ? Pertama, fotosintesis memungkinkan tumbuhan menghasilkan glukosa yang kaya energy yang siap dipakai oleh makhluk hidup. Kedua, fotosintesis juga menghasilkan sejumlah molekul, menyerupai zat tepung dan selulosa (serat). Di dalam fotosintesis juga dihasilkan lemak, protein, vitamin, asam amino, dan molekul lainnya. Ketiga, di dalam fotosintesis dihasilkan oksigen yang merupakan unsure penting untuk pernapasan makhluk hidup. 
Dari jumlah sinar matahari yang jatuh ke bumi, hanya sedikit yang diserap daun yang dgunakan untuk fotosintesis. Demikian pula dengan air, tidak semua air yang diangkut dari akar ke daun dipakai untuk fotosintesis. Sebagian besar dikeluarkan kembali melalui transpirasi dan gutasi.
Proses fotosintesis gotong royong melibatkan reaksi enzimatik yang panjang dan rumit. Sebagai embel-embel pengetahuan bagaimana fotosintesis sanggup menghasilkan senyawa karbohidrat dan oksigen di bawah ini akan diuraikan secara sederhana rangkaian insiden dalam fotosintesis.
Adanya klorofil dalam tumbuhan merupakan suatu berkah bagi kehidupan di bumi. Sebab klorofillah satu – satunya zat di bumi yang sanggup menyerap energy matahari. Klorofil yang member warna hijau pada daun gotong royong yakni butiran – butiran yang terdapat di dalam kloroplas. Ketika air mencapai daun, energy matahari memecah molekul air. Peristiwa ini disebut fotolisis. Dalam fotolisis dilepaskan oksigen.
Karbon dioksida yang diserap daun lewat stomata bergabung dengan hydrogen hasil fotolisis dan secara bertingkat dengan derma enzim membentuk karbohidrat. 
Peristiwa pelepasan oksigen dalam fotosintesis merupakan belahan penting lainnya bagi kehidupan di bumi. Dengan pelepasan oksigen oleh tumbuhan, maka jumlah oksigen dalam atmosfer sanggup dipertahankan.
Karbohidrat dan oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan dalam fotosintesis merupakan dua zat yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, termasuk oleh tumbuhan itu sendiri. Karbohidrat yakni energy kimia yang sanggup menjadi energy kerja jikalau tersdia oksigen.
Dalam system biosfer tertutup, dimana matahari merupakan sumber energy, maka semua materi didaur ulang, tidak terkecuali oksigen. Oksigen yang dihasilkan dalam fotosintesis, dalam sel tumbuhan dan binatang dipakai untuk menguraikan karbohidrat untuk menghasilkan energy yang dibutuhkan semua makhluk hidup.
Reaksi jelas yakni reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya. Dalam reaksi jelas berlangsung pengubahan energy sinar menjadi energy kimia, yaitu pemecahan molekul air menjadi hydrogen, oksigen, dan energy. Energy yang terbentuk dari reaksi tersebut kemudian dimanfaatkab sebagai energy untuk berlangsungnya reaksi gelap.
Reaksi gelap yakni reaksi fotosintesis yang tidak memerlukan cahaya. Jika reaksi jelas menghasilkan hydrogen, oksigen dan energy, maka reaksi gelap sebaliknya, yaitu pembentukan glukosa dari karbon dioksida, hydrogen dan air. Reaksi gelap disebut juga Siklus Calvin. Siklus Calvin yakni siklus yang menghasilkan molekul karbohidrat, terutama glukosa, amilum dan selulosa. Beberapa dari molekul karbohidrat tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energy bagi tumbuhan dan organisme pemakan tumbuhan (hewan dan manusia).

Faktor – Faktor yang Berperan dalam Fotosintesis

Keberadaan fotosintesis sangat memilih kelangsungan hidup hampir seluruh organisme yang ada di bumi. Fotosntesis sebagai proses alami yang terjadi di dalam badan tumbuhan tidak terlepas dari banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. 
Faktor – faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis antara lain :
a. Klorofil
Fungsi utama klorofil yakni menangkap dan menyerap sinar matahari biar sanggup berlangsung fotosintesis. Klorofil sanggup menangkap semua cahaya tampak dalam spectrum kecuali hijau dan kuning. Oleh alasannya yakni itulah mengapa fotosintesis hanya berlangsung pada tumbuhan atau organisme yang di dalam sel – sel tubuhnya mengandung klorofil.
b. Sinar Matahari 
Energy surya yang dipergunakan oleh tumbuhan untuk menyelenggarakan fotosintesis gotong royong sangat kecil bila disbanding dengan energy yang tersedia, yakni kurang dari 2%. Disamping itu, tidak semua sinar matahari bermanfaat untuk fotosintesis. Hanya sinar matahari yang mempunyai panjang gelombang tertentu yang efektif untuk acara fotosintesis.
Jika kita mengikuti radiasi sinar matahari sepanjang hari, maka acara fotosintesis akan mengatakan kurva yang rendah dipagi hari, naik dan mencapai puncaknya disiang hari, kemudian turun dan merendah pada sore hari.
Kegiatan fotosintesis sesuai dengan banyaknya sinar yang diterima tumbuhan. Puncak – puncak acara fotosintesis berkaitan dengan sifat klorofil yang mempunyai spectrum puncak, yaitu nila dan merah.
c. Suhu
Temperature atau suhu juga mempunyai peranan yang bcukup  penting dalam proses fotosintesis. Suhu optimal (suhu dimana fotosintesis berlangsung maksimum) berkisar antara 10o C-35oC. pada umumnya tumbuhan tropik tidak mengadakan acara pada suhu dibawah suhu 5oC.
d. Karbo Dioksida 
Di kawasan tropic, dimana cahaya dan suhu terdapat dalam jumlah yang melimpah, maka karbon dioksida merupakan faktor pembatas. Sekalipun terdapat cahaya melimpah dan pada tingkat suhu optimum, tumbuhan tidak melaksanakan acara fotosintesis jikalau tidak tersedia karbon dioksida. Dalam rumus fotosintesis dinyatakan bahwa jumlah karbon dioksida yang dipakai sama dengan jumlah oksigen yang dihasilkan.
f. Air
Air merupakan faktor lain yang berperan penting dalam fotosintesis. Jika tidak tersedia air maka tidak akan terjadi fotosintesis sehingga tidak dimungkinkan pembentukan gula. Sekalipun karbon dioksida tersedia dalam jumlah yang cukup melimpah, demikian pula halnya dengan cahaya dan temperature, akan tetapi ketiadaan air akan menghambat proses fotosintesis.
Demikianlah uraian mengenai pengertian fotosintesis, proses sera faktor – faktor yang mempengaruhinya. Semoga bermanfaat.
Sumber : 
Ilmu (Terpadu) Untuk Sekolah Menengah Pertama dan MTs kelas VIII/Setya Nurachmandani, Samson Samsulhadi; editor, Budi Wahyono, Fitri Wahyudi; ilustrator, Haryana Humardani.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010

Biologi Tumbuhaan

Penulis: 
author
Mediapembahsan.com adalah media sharing informasi pendidikan yang mengulas tentang, pendidikan secara umum, materi sekolah, soal pelajaran, perangkat, dan info menarik lainnya.

Posting Terkait